iklan

Narrative Teks " The Clever Cap seller", Moral Value dan terjemahannya

Moral value found in the “ the Clever Cap seller” is e should try to find out a way to come out of difficult situations in our life.Moral Value pada cerita narrative “ The Clever Cap Seller” adalah kita harus berusaha mencari solusi pada permasalahan kita dan pantang menyerah. Berikut adalah sebuah Narrative teks berjudul “ The Clever Cap Seller” beserta terjemahannya

The Clever Cap Seller

One day a poor cap seller went to a nearby village for selling his caps. He sold few of his caps in the village and walked to another nearby village for selling the rest of his caps. The cap seller walked long distance and as it was afternoon, he was too tired. So he sat under the shade of a tree and slept keeping his bundle of caps beside him.

Suatu hari seorang penjual topi pergi ke pedesaan untuk menjual topinya. Dia menjual beberapa topi di desan dan berjalan menuju ke desa yang lainnya untuk menjual sisa topinya. Penjual topi itu berjalan cukup jauh dan karena suasana siang hari, dia sudah terlalu lelah sehingga dia duduk dibawah rindangnya pohon dan tertidur dengan tumpukan topi disampingnya.

There was a troupe of monkeys on the tree. While the cap seller was sleeping, the monkeys climbed down the tree and opened his bundle of caps. They were so fascinated with the colorful caps that each monkey snatched one cap and wore it on its head. The monkeys climbed up the tree, sat on the branches on the tree with the caps on their heads and started playing, swinging and doing all the mischief as monkeys usually do.

Ada segerombol kera pada tumbuhan. Ketika penjual topi itu tertidur, si Monyet memanjat pohon dan membuka bungkusan topi. Kera kera tersebut sangat tertarik dengan topi yang berwana itu dn setiap kera mengambil topi dan mengenakannya di kepala mereka dan mulai bermain main, berayun ayunan dan melakukan hal hal aneh yang biasa kera lakukan.

After a while the cap seller woke up with the chattering sound of the monkeys.

Setelah tidak terlalu lama, penjual topi tersebut terbangun oleh suara yang berasal dari para kera tersebut.

"Oh! No. What's this? Where are my caps?" the cap seller was taken aback to see his empty bundle.

“Oh tidak apa ini? Dimana topi topiku berada?” si penjual topi tersebut terkejut ketika melihat bungkus kosongnya.

He was much annoyed to see the monkeys with the caps on their heads.

Dia bingung melihat segerombolan kera kera dengan topi dikepalanya.

"Oh God!" he said to himself. "How to get back the caps from the monkeys? How can I earn money and feed my poor family? God! please get a solution for me to get back the caps from the monkeys".

“ Ya tuhan!” dia mengtakan pada dirinya sendiri. “ bagaimana untuk mendapatkan topi ku dari para kera tersebut? Bagaimana saya dapat mendapatkan uang dan menghidup keluargaku? Ya Tuhan! Tolong berikan solusi bagiku untuk mendapatkan kembali topi topi ku dari segerombolan para kera.”

He started thinking on how to come out of this difficult situation. As he was a poor man, he need to get back his caps and earn money by selling the caps. He cannot walk out with the empty bundle. He was determined to get back his caps from the monkeys. But the monkeys as per their nature grinned at the cap seller, shook their fists and made different feats on the branches.

Dia mulai berpikir bagaimaa untuk keluar dari situasi sulit sekarang ini. Karena dia seorang yang miskin, dia membutuhkan topi topi tersebut dan mendapatkan uang dengan menjualnya. Dia tidak dapat pergi dengan tangan kosong. Dia sungguh berhasrat untuk mendapatkan kembali topi topi tersebut dari kera kera. Akan tetapi si Kera meringis ringis pada penjual topi. Dan mengayunkan di dahan dahan

The poor cap seller made hand gestures at the monkeys requesting them to give his caps. But the monkeys kept imitating his gestures. Suddenly he got a clever idea. He took his own cap from his head and threw it on the ground. Looking at this gesture of the cap seller, the monkeys too imitated him and threw away their caps on the ground.

Si penjual topi yang malang itu membuat gerak badan pada si Kera memintanya untuk memberikan topi tersebut. Akan tetapi si Kera Menirukan gerakan si penjual topi. Tiba tib da mempunyai ide brilliant. Dia melepaskan topi tersebut dari kepalanya dan melemparkannya ke tanah. Melihat hal ini, para kera juga menirukannya dan melemparkan topinya ke danah.

The cap seller felt great relief, smiled to himself and silently picked up all his caps from the ground. He tied up the caps into his bundle again and walked out of the place happily.

Si penjual topi merasa senang. Sambil tersenyum pada dirinya sendiri dia dengan tenang mengambil semua topi di tanah. Dia mengikat topi tersebut ke dalam bungkus dan pergi dari tempat tersebut dengan senang hati.

0 Response to "Narrative Teks " The Clever Cap seller", Moral Value dan terjemahannya "

Post a Comment

iklan