iklan

Narrative text : The Donkey and the Cotton, terjemahan dan moral valuenya

Narrative text “ the Donkey and the Cotton” has moral value Work with honesty and sincerity because laziness will ruin you. Pesan moral pada teks Narrative berjudul “ The Donkey and the Cotton” mempunyai pesan moral kerjalah engan jujur karena kemalasan akan membuat segalanya memburuk. Berikut cerita “ the Donkey and the Cotton” beserta terjemahannya.

The Donkey and the Cotton

There once lived a salt merchant. He had a donkey for his assistance. Every morning, he would load a sack of salt on the donkey and go to the nearby town to sell it. On the way, they had to walk across a pond.

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pedagang garam. Dia mempunyai keledai sebagai asistennya. Setiap hari, dia akan menaikkan satu karung garam pada keledai dan pergi ke kota untuk menjualnya. Di perjalan, si Penjual dan Keleday menyeberangi danau.

One day, while crossing the pond, the donkey thought,"Ooh! This load is so heavy that I become exhausted very soon. I wish I could get some of this load taken off my back." Just then the donkey tripped and fell into the water.

Suatu hari, ketika menyeberangi danau, si Keledai berpikiran, “ oh muatan in terlalu berat sehingga saya akan cepat kelelahan. Saya harap saya dapat mengurangi beban di punggungku ini.” Kemudian si Keleday terjatuh ke dalam air danau.

Fortunately, the donkey was not hurt. But the sack of salt on the donkey’s back fell into the water. Both the donkey and the salt became wet. Some of the salt in the sack got dissolved, making the load on the donkey lighter. The donkey felt very happy about the reduction in the weight of the sack of salt on its back. The merchant did his best to help the donkey to get up and they carried on their journey.

Beruntungnya, si Keledai tidak merasakan sakit. Akan tetapi kantong yang ada di punggung keledai jatuh ke dalam air. Si Keledai dan Garam menjadi basah. Air di garam tersebut menjadi bercampur dan membuat muatan garam menjadi lebih ringan. Si Keledai merasa sangat senang mengenai pengurangan berat muatan garam yang ada di punggungnya. Si Pedangan melakukan yang terbaik untuk membantu keledai bangun dan melanjutkan perjalanan.

From that day, it became a regular practice for the donkey to slip and fall in the pond whenever they crossed the pond to the market. This would dissolve some salt in the sack thus reducing the weight and relieving the donkey of some load. The merchant was not aware of the donkey’s cunningness. This continued for a few days.

Semenjak hari itu, kejadian jatuhnya keledai di air menjadi kebiasaan bagi si Keledai untuk terpeleset dan terjatuh diair kapanpn di menyeberangi danau menuju ke pasar. Ini akan membuat garam mencair dan membuat garam dipunggunnya berkurang beratnya dan mengurangi berat muatan. Si pedagang tidak tahu apa kelicikannya. Ini terjadi berlanjut selama beberapa hari.

One day, the merchant noticed the donkey deliberately slipping and landing with the sack into the water. “Oh! So this is the way I am losing my salt everyday" he thought. He decided to teach the donkey a lesson.

Suatu hari, si Pedagang tersebut menyadar bahwa si Keledai dengan sengaja menjatuhkan diri dan terjatuh dengan muatannya ke dalam air. “ Oh, jadi inilah penyebab saya kehilangan garamku setiap hari.” Pikirnya. Dia memutuskan untuk memberi si Keledai Pelajaran.

Next morning, instead of loading a sack of salt, the merchant loaded a sack of cotton on the donkey’s back. As usual they had decided to reach the market by crossing the same pond. While crossing the same pond, the donkey, as usual, slipped and fell into the pond, hoping that after some time the weight of the sack would go reduced. As usual, both the donkey and the cotton would become wet. But this time, when he got up, the load on his back seemed heavier. “Ooh! The Load seems to have gotten heavier," thought the donkey. The donkey was astonished at what had taken place against the usual result.

Pagi berikutnya, daripada mengisi muatan dengan sekantong garam. Pedangan tersebut mengisi kantong dengan kapas . seperti biasanya dia memutuskan untuk menuju ke pasar dengan melewati danau biasanya. Ketika menyeberangi danau biasanya, si Keledai tersebut seperti biasa, terpeleset dan terjatu kedalam danau, mengharapkan bahwa setelah itu muatannya akan semakin ringan . seperti biasa muatan dan Keledai tersebut menjadi basah. Akan tetapi kali ini, ketika dia terbangun muatan pada punggungnya menjadi semakin berat. “ ohh muatan ini nampaknya semakin berat saja,” piker si Keledai. Si Keledai tersebut terkejut pada apa yang terjadi berkebalikan dengan yang biasanya.

The merchant looked at the donkey and said, “Dear friend, I saw you fall into the water of the pond deliberately every day with the malicious intention of reducing the weight of the salt. So, I loaded a sack of cotton today. Cotton when wet gets more weight and becomes heavier. Now you will have to carry it to the town." The poor donkey had learnt his lesson.

Si Pedagang tersebut menatap si Keledai dan mengatakan,” temanku, saya melihat kamu terjatuh kedalam danau secara sengaja dengan niatan licik untuk mengurangi berat garam. Sehingga saya mengisi muatan dengan kapas hari ini. Kapas ketika basah akan semakin berat dan berat. Sekarang bawalah ke kota. “ si Keledai yang malang itu telah belajar.

0 Response to "Narrative text : The Donkey and the Cotton, terjemahan dan moral valuenya "

Post a Comment

iklan