iklan

narrative text " the legend of lake toba" dalam bahasa inggris dan terjemahannya

Toba lake is one of the most attractive destination in Indonesia, the name of the lake come from it's Legend. if you want to know the story of lake TOba read the story below. dibawah ini adalah cerita Legenda danau toba dalam bahasa Inggris dan terjemahannya.saya tulis ada dua versi. dan cerita the legend of lake toba sendiri sering keluar dalam materi Bahasa Inggris sebagai bentuk Narrative text

The Legend of Lake Toba

Once upon time, there was a handsome man. His name was Batara Guru Sahala. He liked fishing. One day, he caught a fish. He was surprised to find out that the fish could talk. The fish begged him to set it free.

Pada jaman dahulu, ada seorang pemuda tampan. Namanya adalah Batara Guru Sahala. Dia suka memancing. Suatu har, dia menangkap ikan. Dia terkejut melihat bahwa ikan dapat berbicara. Si Ikan tersebut meminta si Batara Guru untuk dibebaskan.

Batara Guru could not bear it. He made the fish free. As soon as it was free, the fish changed into a very beautiful woman. She attracted Batara Guru so much. He felt in love with that fish-woman. The woman wanted to marry with him and said that Batara Guru had to keep the secret which she had been a fish. Batara Guru aggreed and promised that he would never tell anybody about it.

Batara Guru tidak dapat menahan ikan tersebut. Dia melepaskan ikan tersebut. Sesegera setelah ikan itu terbebas, ikan tersebut berubah menjadi sebuah wanita cantk. Wanita tersebut membuat Batara Guru tertarik. Dia jatuh cinta dengan wanita ikan tersebut. Si wanita juga ingin menikah dengan Batar Guru dan mengatakan bahwa Batara Guru harus menjaga rahasia bahwa dia dulunya adalah ikan. Batara Guru setuju dan berjanji bahwa dia tidak akan mengatakan pada siapapun tentang hal ini.

They were married happily. They had two daughters. One day Batara Guru got very angry with his daughter. He could not control his mad. He shouted angrily and got the word of fish to his daughters. The daughters were crying. They found their mother and talked her about it.

Mereka menikah dengan bahagia. Mereka mempunyai dua buah anak. Suatu hari Batara Guru marah pada anak perempuannya. Dia tidak dapat mengontrol emosinya. Dia berteriak dengan keras tentang ikan pada anak perempuannya. Si anak perempuan tersebut menangis. Anak tersebut menemui ibunya dan mengatakn pada ibunya tentang perkataan si Batara Guru.

The mother was very annoyed. Batara Guru broke his promise. The mother was shouting angrily. Then the earth began to shake. Volcanoes started to erupt. The earth formed a very big hole. People believed that the big hole became a lake. Then this lake is known as Toba Lake.

Si Ibu menjadi bingung. Batara Guru melanggar janjinya. Si Ibu berteriak dengan lantang. Kemudian bumi bergoncang. Gunung mulai meletus. Bumi membentu sebuah kawah besar. Orang orang percaya bahwa kawah besar tersebut menjadi sebuah danau. Kemudian danau tersebut dikenal dengan danau Toba.


The Legend of Lake Toba

Once upon a time, there was a young man named Toba. He lived alone and had no wife. He decided being single and didn’t get married, although his age was mature enough to a family.

Pada jaman dahulu, ada seorang pemuda yang bernma Toba.dia tinggal sendiri dan tidak mempunyia istri. Dia memutuskan untuk hidup sendiri dan tidak menikah, meskipun dia sudah cukup dewasa untuk berkeluarga.

He had a narrow farm and a small hut not far from a lake. If the day was getting dark, he would go to the lake for fishing. He liked fishing and he could do this activity until night has come.

Dia mempunyai ladang yang sempit dan gubug kecil yang tidak jauh dari sebuah danau. Jika hari sudah muali gelap, dia akanpergi ke danau untuk memancing. Dia suka memancing dan dapat melakukan memancing sampai malam. One day, after worked on his small farm, he decided to go fishing. He wanted to look for some fish for his dinner. He waited for a long time, but his hook didn’t catch any fish. He waited and waited patiently.

Suatu kari, setelah dia bekerja pada ladangnya, dia memutuskan untuk pergi memancing. Dia igin mencari ikan untuk makan malamnya. Da menunggu cukup lama, akan tetapi kailnya tidak mendapatkan ikan. Dia menunggu dan menunggu dengan sabar.

Suddenly, his fish bait made some movement. He was sure he would get a fish for his dinner. And that was true, a pretty big fish stuck on his bait. He took the fish and then put it on a fish basket. Then, he went home.

Tiba tiba senarnya bergerak. Dia yakin akan mendapatkan ikan untuk makan malam. Dan itu benar, seekor ikan besar memakan umpannya. Dia meletakkan dan memasukkan ikan tersebut kedalam keranjang

He was so happy to get a fish for his dinner. He imagined that his dinner tonight would be nice because the fish was pretty big and fresh.

Dia sangat senang mendapatkan seekor ikan untuk makan malamnya. Dia membayangkan bahwa makan malamnya akan lezt karena ikan tersebut besar dan segar.

Arriving at home, he put his fish basket beside the fire place. And then, he set fire of the fire place. But, he realized that he forgot to look for some woods for his fire place. Without the woods, of course he couldn’t cook the fish for his dinner.

Setelah pulang, dia meletakkan keranjang basket tersebut di samping pengapian. Dan kemudian, dia membuat api.akan tetapi dia menyadari bahwa dia lupa untuk mencari kayu sebagai bahan bakarnya. Tanpa kayu, tentu saja dia tidak dapat memasak ikan untuk makan malamnya.

He went out to look for some woods. He left the fish in the kitchen. He didn’t worry about the fish because he was sure that the fish was safe in the place.

Dia pergi mencari kayu. Dia meninggalkan ikan di dapur. Dia tidak kawatir tentang ikan karena dia yakin ikan tersebut berada di tempat yang aman.

After getting some woods, he went back home, but, he was to surprised as the fish basket was empty. The fish was gone, he just found some scales which in the form of gold pieces. Toba was confused. He convinced himself that the gold pieces he hold was the scales of the fish he caught this afternoon.

Setelah mendapatkan kayu, dia pulang ke rumah, akan tetapi dia terkejut karena ikan yang ada di keranjang kosong. Ikan tersebut hilang, dia hanya menemukan timbangan yang terbuat dari emas. Toba kebingunan. Dia yakin bahwa potongan emas tersebut berasal dari ikan yang dia tangkap tadi siang.

He stepped to his room. But, again he was shocked as he saw a beautiful girl with long hair in his room. The girl sat in toba’s bed. Toba didn’t make any movement. He was so shock and wondered who the girl was.

Dia masuk ke ruangannya. Akan tetapi, lagi lagi dia terkejut ketika melihat seorang wanita canti berambut panjang di kamarnya. Gadis tersebut duduk di kasur Toba. Toba tidak bergerak. Dia terkejut dan bingung siapa gadis cantik itu.

Suddenly the girl turn her head and looked at toba. Toba was so amazed with the girl’s beauty. He looked at the girl and admired her beauty. For some moments, they looked each other. Was that a possibility that this beautiful girl is an angel? toba thought.

tiba tiba si Gadis memutar kepalanya dan menatap Toba. Toba terkagum dengan kecantikan gadis tersebut. Dia menatap gadis tersebut dan mengagumi kecantikannya. Selama bebera saat, mereka saling menatap. Apakah itu mungkin gadis ini adalah bidadari? Pikir Toba.

Toba was so speechless and couldn’t say anything. For breaking the ice, the girl said something. She approached toba and said.

Toba sangat shock dan tidak dapat mengataka apapun. Untuk memecah kebuntua, gadis tersebut mengatakan sesuatu. Dia mendekati Toba dan mengatakan.

“Hi, toba. It was getting dark, could you turn on the lamp” the girl asked.

“ hi, Toba. Ini sudah gelap, dapatkah kamu menyalakan lampu” pinta gadis itu.

“Ooo… hhhiii… Alright, I will turn the lamp on,” Toba said, his body was trembled because of fear.

ooo…hii. Baiklah. Saya akan menyalakan lampu,” kata Toba, tubuhnya bergetar karena ketakutannya.

“Don’t be afraid, Toba. I will not hurt you,” said the girl.

“ jangan takut, Toba. Saya tidak akan menyakiti kamu,” kata gadis tersebut.

“But, who are you ? are you kind of genie or something ?”

“ tetapi siapa kamu? Apakah kamu adalah jenis dari Jin atau sejenisnya?”

The girl smiled and said.

Gadis tersebut tersenyum dan mengatakan.

“I am the incarnation of the fish you caught this afternoon,” the girl answered.

“ saya adalah inkarnasi dari ikan yang kamu tangkap siang ini,” jawab gadis itu.

“Really, Oh.. God. Is that true?” toba was so surprised.

“ sungguh, ya tuhan. Apakah itu benar?” Tob terkejut.

“Yes, but you don’t have to be afraid. I will help you to do some house hold activity. I will cook for you and prepare your daily meal, ” the girl offered.

“ ya, akan tetapi kamu tidak perlu takut. Saya akan membantu kamu melakukan pekerjaan rumah. Saya akan memaakdan menyiapkan makananmu,” kata gadis tersebut.

Toba was so happy to hear that.

Toba sangat senang mendengar hal itu.

“By the way, the gold pieces is my scales,” the girl said.

“ ngomong ngomong,bongkahan emas adalah sisik ku,” kata gadis tersebut.

“Ooo.. well.. that’s why I didn’t found my fish in the basket,” toba said.

“ oh…baik. Itulah mengapa saya tidak menemukan ikan saya di keranjang,” kata Toba.

And then the girl went to the kitchen and cooked dinner for toba.

Dan kemudian si gadis tersebut masuk ke dalam dapur dan memasak makan malam untuk Toba.

Everyday toba was accompanied by the girl. Toba was happy for that. Until one day, he asked the girl to get married. But, the girl gave a requirement.

Setiap hari Toba ditemani oleh gadis tersebut. Toba sangat senang mendengarnya. Hingga suatu hari, dia meminta gadis tersebut untuk menikahinya. Akan tetapi, gadis tersebut memberikan satu persyaratan.

“I am agree to be your wife, but don’t ever tell my secret, my condition that I was a fish,” said the girl.

“ saya setuju untuk menjadi istrimu, akan tetapi jangan pernah menceritakan rahasiaku, kondisiku bahwa saya adalah ikan,” kata gadis tersebut.

Toba agreed the girl’s requirement. And then they got married. Toba was happy to have such a beautiful wife. They lived happily because they loved each other.

Toba menyetujui persyaratan gadis tersebut. Dan kemudian mereka menikah. Toba sangat senang mempunyai seorang istri yang cantik. Mereka hidup bahagia karena saling mencintai.

Years gone by. Toba’s wife was pregnant and then not so long after that she gave birth. Toba was so happy. The baby was a boy. Named Samosir. They took care their only child. They showered the boy with love. It seemed that they were happy family.

Tahun tahun berlalu. Istri Toba hamil dan kemudian tidak lama setelahnya istri Toba mengandung. Toba sangat senang. Anak tersebut adalah laki laki yang bernama Samosir. Mereka merawat anak satu satunya. Mereka memandikan anak tersebut dengan kasih saying. Itu Nampak bahwa mereka adalah keluarga yang bahagia.

7 years later

The mother spoiled the boy too much. No wonder, samosir became spoiled child. He didn’t want to help his father to work on farm. He only stayed at home doing nothing. He was a very lazy boy.

si Ibu sangat memanjakan anakny. Tidak heran, Samosir menjadi anak yang manja. Dia tidak ingin membantu ayahnya bekerja di ladang. Dia hanya tinggal dirumah tidak melakukan apapun. Dia adalah anak laki laki yang pemalas.

One day the mother asked samosir to bring lunch for his father who worked in a farm. Usually the mother did his job. But, because she was very busy, she didn’t have time to bring the lunch for his husband.

Suatu hari si Ibu meminta Samosir untuk membawa makan siang untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Biasanya ibunya yang melakukan itu. Akan tetpi, karena dia sangat sibu, dia tidak mempunyai waktu untk membawa makan siang untuk suaminya.

“Samosir my dear, please take this lunch for your father in the farm. He must be very hungry now. I can’t bring it for him, there is something else I want to do!” asked the mother.

“ Samosir sayangku, tolong antarkan makan siang ini untuk ayahmu di ladang. Dia pasti sangat lapar sekarang. Saya tidak dapat membawana, ada hal lain yang saya ingin kerjakan” pinta ibunya.

“No, I can’t!” samosir refused.

“ tidak,saya tidak dapat” tolak Samosir.

“Why, don’t you want ho help me?” asked the mother.

“ mengapa kamu tidak ingin membantuku?” Tanya ibunya.

“I want to play with my friends, mother!” said samosir.

saya ingin bermain dengan teman temanku, ibunya” jawab ibunya.

Mother was angry to hear this. She was so upset and threatened samosir if he didn’t do what she’s asked. She wouldn’t give samosir lunch.

Si ibu marah mendengar ini. Dia sangat kecewa dan mengamcam Samosir jika dia tidak dapat melakukn pa yang dia pinta. Dia tidak akan member Samosir makan siang.

Because of his mother’s anger, he felt forced to do what his mother’s request.

Karena kemarahan ibunya, Samosir merasa dipaksa untuk melakukan perinta ibunya.

“All right, mom. I will bring it to my father,” samosir said. Samosir went to his father’s farm. But he grumbled continuosly as she wanted to play with his friends.

Baiklah, Bu. Saya akan membakan makanan ini ke ayahku,” jawab Samosir. Samosir pergi ke ladang ayahnya. Akan tetapi dia tetap menggerutu karena dia ingin bermain dengan teman temannya.

On the way to his father’s farm, he ate the lunch little by little. He felt hungry, too. Because of this, there’s just a little lunch left. Meanwhile, the day was getting hot. Toba decided to rest under the tree. He felt thirsty and hungry. He asked himself why his wife didn’t bring lunch for him.

Dalam perjalanan menuju ke ladang ayahnya, dia memakan makanan tersebut sedikit demi sedikit. Da merasa lapar juga. Karena itu, hanya ada sedikit makanan yang tersisa. Sementara tu. Hari semakin panas. Toba memutuskan untuk istirahat di bawah pohon. Dia merasa haus dan lapar. Dia menanyakan pada dirinya sendiri mengpa istrinya tidak membawakannya makan siang untuknya.

Waiting in a hungry was such a terrible thing for Toba. He got angry that time. Finally he saw somebody in a distance. He hoped the somebody was his wife who brought lunch for him.

Karena menunggu lama dalam keadaan lapar adalah hal yang menjengkelkan bagi Toba. Dia marah kali ini. Akhirnya dia melihat seseorang di kejauha. Dia mengharapkan bahwa seseorang tersebut adalah istrimya yang membaw makanan untuknya.

But, he was surprised to see samosir, his son, who came to the farm.

Akan tetapi, dia terkejut melihat Samosir, anakny yang datang ke ladang.

“What do you do here, my son. Where is your mother? Why she didn’t bring my lunch?” Toba said angrily.

“ apa yang kamu lakukan di sini, anakku. Dimana ibumu? Mengapa dia tidak datang membawakanku makan siang?” kata Toba dengan marah.

“Mother is busy to do other things. So, she asked me to bring this lunch for you” said Samosir while gave the lunch to his father.

“ibu sedang sibuk melakukan hal lain. Sehingga dia memintaku membawakan makan siang ini untukmu” kata Samosir ketika memberikan makanan itu ke ayahnya.

Toba took the lunch quickly as he couldn’t bear his hunger anymore. But, when he saw the lunch box, he was surprised. The lunch was no more left.

Toba mengambil makanan itu dengan segera karena dia tidak dapat menahan laparnya lagi. akan tetapi ketika dia melihat tempat makanan itu, dia terkejut. Makanan sudah tidak ada lagi.

“What? Where is the lunch ? Why this box is empty ?” Toba said angrily.

apa ? dimana makan siangku? Mengapa kotak ini kosong?” kata Toba dengan marah.

“I am sorry, father. On the way here, I ate your lunch little by little. I am so hungry.” Samosir answered with anxiety.

maafkan saya, ayah. Di perjalanan menuju sini. Saya memakan makan siang mu sedikit demi sedikit. Saya sangat lapar.” Jawab Samosir dengan cemas.

“You’re really a bad boy. Why are you doing this ? I am really hungry, you know ? ” Toba snapped at Samosir.

kamu sungguh anak yang buruk.mengapa kamu melakukan ini? Saya sangat lapar. Kamu tahu? “ kata Toba pada Samosir.

“I am sorry, dad. I am really sorry for that!” Samosir said apologize.

“maafkan saya, Bapak. Saya sungguh meminta maaf!” Samosir meminta maaf.

You are rebellious child. You are lazy, useless!!!” Toba got angry.

“ kamu adalah anak yang membangkang. Kamu malas tidak berguna!!!” Toba menjadi marah.

He felt really upset whit his son. And, suddenly he said something rude that actually was forbidden.

Dia merasa sangat kecewa pada anaknya. Dan tiba tiba dia mengatkan sesuatu yang kasar yang seharusnya terlarang.

“Your manner is like a little animal. It is because your mother spoiled you. You are so naughty. Well, it is because your mother is a fish. So you are like her. Go away from here” Toba didn’t realize that what he said was so rude. He was forbidden to tell about Samosir’s mother’s origin.

“ kelakuan mu seperti binatang kecil. Ini karena ibumu memanjakanmu. Kamu sangat naka. Hal itu dikarenakan ibumu adalah seekor Ikan. Sehingga kamu sepertinya. Pergi dari sini” Toba tidak menyadari kalau kata katanya terlalu keras. Dia dilarang untuk mengatakan pada Samosir tentang asal usul dari ibunya.

Samosir was so sad to hear what his father’s said. He was badly hurt. He cried continuosly. His mother asked why Samosir cried. Samosir said that his father was angry to him. It’s because he ate his father’s lunch. Samosir also told what his father had said to him. “Father said that I was a little animal because I didn’t obey his advice and he also said that mother is a fish. ”

Samosir sangat sedih mendengar apa yang dikatakan ayahnya. Dia sungguh sakit. Dia menangis terus menerus. Ibunya menanyakan mengapa Samosir menangis. Samosir mengatakan bahwa ayahnya marah padanya. Ini karena dia memakan makanan ayahnya.Samosir juga mengatakan apa yang ayahnya katakana padanya. “ ayah mengtakan kalau saya adalah binatang kecil karena saya tidak mengikuti sarannya dan juga ibu adalah seekor ikan.”

Samosir said this to his mother.

Kata Samosir pada ibunya.

“What ??? How excessive he is! He was not supposed to tell that to you. You are his son. I will tell him.” The beautiful girl was so angry.

apa ??? dia sungguh terlalu. ! dia seharusnya tidak mengatakan apa itu kepadamu. Kmu adalah anaknya. Saya akan mengatakan padanya” wanita cantik itu sangat marah.

Why he’s so rude to his own child. He promised that he wouldn’t tell my origin. Why he did this to me.” The beautiful girl said sadly.

“ mengapa kamu sangat keras pada anakmu sendir. Dia berjandi bahwa dia tidak akan mengatakan tentang asal usulku. Mengapa dia begitu.” Kata perempuan itu dengan sedih

“Calm down, Samosir. Don’t cry anymore. Now, all you have to do is climb the highest tree and stay there. There will be a huge flood and this velley will be sink and disappear. There will be great disaster here,” the beautiful girl said.

“ tenanglh anaku, Samosir. Jangan menangis lagi. sekarang yang kamu harus lakukan adalah naik ke pohon tertingi dan tinggal disana. Akan ada banjir besar dan lembah in akan tenggelam dan hilang. Akan ada bencana besar di sini. ,”kata gadis itu.

“Really, mother ! How do you know ?” Samosir asked.

“ sunguh, Ibu! Bagaimana kamu tahu?” Tanya Samosir.

“Well, you must obey my advice without complaining ” the beautiful girl told his son.

“ baiklah, kamu harus mengikuti saran saya tanpa complain” perempuan cantik itu mengatkan pada anaknya.

After that, Samosir went away and climbed the highest tree in the village. He stayed there, obeyed his mother’s instruction. He still didn’t know why his mother told him to do this. He just waited what happened next.

Setelah itu, Samosir pergi dan memanjat pohon tertinggi di desa. Dia tinggal disana, mengikuti apa yang perintah ibunya. Dia masih belum mengetahui mengapa ibunya mengatakan untuk melakukanhl ini. Dia hanya menunggu apa yang akan terjadi.

The beautiful girl was really sad. He thought that Toba didn’t love her anymore. Toba was changed. He broke his promise to her. So, the girl thought there was no use she lived. She decided to do suicide by jumping to a lake.

Perempuan cantik itu sungguh bersedih. Dia berpikir alau Toba tidak mencintainya lagi. Toba telah berubah. Dia telah mengingkari janjinya. Sehingga, gadis itu berpikir tidak ada gunanya untuk hidup. Dia memutuskan untuk bunuhd diri dengan melompat ke dalam danau.

Suddenly, the sky was getting dark upon the valley. Not so long after that, the rain poured the earth. It was a huge rain. The thunder and the lightning were so scary.

Tiba tiba, langit menjadi gelap di atas lembah itu. Tidak lama setelahnya, huja turun. Hujan tersebut sanat lebat. Kilat dan halilintar sangat menyerikan.

The rain was so heavy and make a huge flood. The valley was like a sea. Just as the girl said, there was a great disaster in that village.

Hujan tersebut sangat lebat dan membuat banjir yang besar. Lembah tersebut seperti lautan. Seperti apa yang dikatakan perempuan tadi, ada bencana besar di desa itu.

Meanwhile, Toba, who was still in his farm shocked with this disaster. He couldn’t save himself. He was drown by the flood and finally died.

Sementara itu, Tba,yang masih berada di ladang terkejut akan bahaya itu. Dia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Dia tenggelam di banjir dan akhirnya meninggal.

And, the spoiled child, Samosir, although he climbed the highest tree, he still couldn’t save himself from this great disaster. He died as his parents. His body was floating. And then baceme small island which now was called Samosir Island.

Dan si bocah manja, Samosir.meskipun telah memanjat pohon tertinggi, dia masih tidak dapat menyelamatkan dirinya dari bencana besar itu. Dia meninggal dengan orang tuanya. Tubuhnya mengapung. Dan kemudian menjadi pulau kecil yang sekarang disebut dengan pulau samosir.

And, the village was sink and became a huge lake. This lake was named as Toba’s name, that is Lake Toba.

Dan, desa itu tenggelam dan menjadi danau yang besar. Danau tersebut diberi nama danau Toba.

0 Response to "narrative text " the legend of lake toba" dalam bahasa inggris dan terjemahannya "

Post a Comment

iklan